🍷 Salah Satu Faktor Yang Mendukung Kemajuan Pendidikan Di Singapura Adalah
Salahsatu teori yang mempelajari tentang perilaku adalah Teori Perilaku Terencana (Theory of Planned Behavior). Pada Teori Perilaku Terencana, Ajzen (1991) menyatakan faktor sentral dari perilaku individu adalah bahwa perilaku itu dipengaruhi oleh niat individu (behavioral intention) terhadap perilaku tertentu. Niat untuk
Salahsatu wanita yang menginspirasi dalam crypto adalah Caitlin Long. Dia diperkenalkan ke Bitcoin dan mulai mulai mendalaminya pada tahun 2012. Dia kemudian berjuang untuk membuatnya diakui sebagai aset nyata dan Wyoming yang ia kerjakan telah menjadi contoh di AS dan Long sekarang telah mengumpulkan lebih dari $5 juta untuk
menjadisalah satu model penyelenggaraan pendidikan keluarga yang bisa diaplikasikan semua pihak. Selain itu, juga ada hasil supervisi terhadap pe-nyelenggaraan hari Pertama Sekolah (hPS) dan masa Pengenalan ling-kungan Sekolah (PlS) di beberapa propinsi pada tanggal 17-19 Juli lalu. Melalui Majalah Pendidikan Keluarga ini, diharapkan para pembaca
Kesehatan Salah Satu Penentu Kemajuan Sebuah Negara. Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an. Inilah 10 Daftar Negara Tersehat di Dunia. #10 Israel. #9 Norwegia. #8 Singapura. #7 Australia. #6 Swedia. #5 Swiss.
TujuanPembelajaran. Setelah mempelajari masalah Pembangunan Ekonomi Daerah pada BAB XII ini pembaca dan mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menjelaskan pengertian dan pembangunan ekonomi daerah. 2. Menjelaskan macam-macam model pembangunan ekonomi daerah. 3. Memahami paradigma baru pembangunan ekonomi daerah.
6 Faktor Pendidikan. Pendidikan bukanlah faktor yang langsung menyebabkan radikalisme. Radikalisme dapat terjadi dikarenakan melalui pendidikan yang salah. Terutama adalah pendidikan agama yang sangat sensitif, kerena pendidikan agama “amal ma’ruf nahi munkar”, namun dengan pendidikan yang salah akan berubah menjadi “amal munkar”.
jutaorang. Untuk mengurangi angka pengangguran, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah perlu dikembangkannya karakter kewirausahaan sedini mungkin, karena suatu bangsa akan maju apabila jumlah wirausahanya paling sedikit 2% dari jumlah penduduk. Pada tahun 2007, jumlah wirusaha di Singapura ada sebesar 7,2%,
Masalahyang ditemui dalam pendidikan dasar antara lain ; (1) Masih banyaknya anak usia sekolah dasar tidak dapat sekolah karena tinggal di daerah terpencil dan jauh dari sekolah serta sulit dijangkau dalam waktu singkat. (2) Masih banyaknya masyarakat tidak mampu menyekolahkan anaknya karena faktor kemiskinan.
JumlahPelanggan Broadband Internet Lebih Dari 30 Juta (30 Mobile Internet User) 9. Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Juta Lebih Pertahunnya. Berdasarkan data diatas,indonesia sudah seharusnya menerapkan konsep smart city . Di indonesia sudah ada beberapa kota yang sudah menerapkan konsep smart city diantaranya: 1. Jakarta.
. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Mendengar kata Singapura, pasti kita terbayang gedung-gedung modern, bersih, rapi suasana negara maju. Kemajuan negara tetangga Singapura tidak hanya terletak pada sisi ekonomi saja, akan tetapi juga pada sistem pendidikan mereka yang sudah berhasil. Tahu kah kalian jika dua dari universitas di Singapura masuk kedalam top 15 universtitas terbaik di dunia, yaitu National University of Singapure NUS diurutan ke 11 dan Nanyang Technological University, Singapore NTU pada urutan ke 13 terbaik di dunia tahun 2020 [1].Singapura juga tergolong jejeran negara dengan sistem pendidikan yang berhasil, hal ini dilihat dari hasil Programme for Internasional Student AssesmentPISA yang diumumkan pada tahun 2019 silam di Paris. Untuk negara Asia, Singapura berada diposisi ke dua setelah China, di susul Malaysia diurutan ke 56, Indonesia diurutan 72[2]. Penilaian PISA diadakan tiga tahun sekali untuk mengukur pemahaman siswa dengan melihat penilaian pada poin literasi, matematika dan Harry Fletcher-Wood dalam artikelnya di tidak ada rahasia khusus dalam sistem pendidikan di Singapura. Apa yang diterapkan oleh pemerintah Singapura sebenarnya juga sudah dilakukan oleh beberapa negara maju termasuk di Inggris, tempat Harry Fletcher-Wood berasal. Contoh yang disebutkan oleh Harry adalah tentang pelatihan guru, program pelatihan disana memang baik, tapi hasil pengamatan Harry, tetap ada case dimana tutor terlalu sibuk untuk hadir dalam pelatihan sehingga proses pelaksanaannya pun terkadang ada yang tidak optimal. Apa yang menjadikan pendidikan di Singapura berbeda menurut Harry, mereka menerapkan sebuah sistem desentralisasi terpusat, ada arahan apa yang hendak dicapai, dan sekolah diberikan kebebasan mencari jalan terbaik untuk mencapainya. Semua elemen di dalam sistem tersebut terhubung dan saling mendukung satu sama lain. Contoh pada sistem pembelajaran meraka yang menarik, untuk dapat mengajar disana harus melewati tahap seleksi yang sangat ketat dan selektif, kemudian dari seleksi tadi dipilih orang-orang pilihan yang terbaik, meski sudah mendapat SDM terbaik tetap mereka yang sudah dipilih kemudian diberi pelatihan dan pengembangan diri yang profesional. Pelatihan dan pengembangan diri yang disesuaikan dengan standar-standar tujuan yang ingin dicapai sehingga semakin menghasilkan guru yang baik dan efektif. Orang-orang ini juga yang kemudian di masa depan, dipersiapkan untuk ditempatkan pada posisi staf kementerian pendidikan, institusi pendidikan nasional, dan akademi guru di Singapura. Setelah mereka terpilih dan sudah masuk dalam posisi dimana mereka terpilih, orang-orang ini juga yang kemudian akan mendisain kurikulum yang baik dan dukungan efektif apa yang dibutuhkan guru-guru kedepannya. Proses ini membentuk sebuah siklus berkelanjutan yang baik, dukungan untuk membentuk guru yang baik, kepemimpinan yang baik, melatih dan mempertahankan guru-guru yang terbaik. Atau jika boleh penulis katakan, mereka menempatkan orang-orang yang memang berkompeten pada bidangnya terlintas di pikiran, Singapura kan negaranya kecil dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak, ya pasti tergolong mudahlah untuk diatur. Untuk masalah ini dalam tulisannya Fletcher menerima pernyataan dari narasumbernya bahwa luas wilayah menurut narasumbernya mempengaruhi efektifitas mengajar, contoh untuk ketetepatan waktu para guru hadir di kelas, dan untuk jaringan pengajar mereka banyak saling kenal satu sama lain. Meskipun luas wilayah dan jumlah penduduk mungkin bisa mempengaruhi, akan tetapi konsistensi dan pengontrolan pemerintah dalam menerapkan sistem sangat luar biasa hebat, ada upaya dan kerja keras disana yang negara-negara kecil lainnya belum bisa capai seperti Singapura saat ini. Singapura memiliki sebuah sistem pendidikan yang saling terintegrasi, terhubung bersama untuk berkembang dan penerapan perencanaan sistem yang sistem yang baik ini tidak hanya datang dari dukungan pemerintahan saja, akan tetapi ada peran masyarakat yang membuat sistem semakin kuat dan efektif. Contoh adanya dukungan orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka. 70% orang tua di Singapura memberikan kelas tambahan diluar kelas sekolah kepada anak mereka, toko buku menyediakan hampir setengah dari tokoh adalah buku-buku bahan pelajaran[4]. Di Singapura juga tidak menerapkan istilah "Talent Myth" atau anak yang pintar dari sananya, semua anak sama, tidak ada nilai ranking atau anak-anak top di kelas. Jadi budaya kita yang bilang "lihat itu, anak tetangga selalu ranking 1 di kelas" itu mungkin tidak terlalu dipakai ya disana, mungkin saja. Dan memang benar, menghilangkan sistem ranking dikelas bisa menurunkan tingkat stress pada yang dilakukan pemerintah Singapura sangat serius dalam mengontrol kualitas pendidikan, ditambah budaya masyarakat yang sadar akan pentingnya pendidikan, semakin mendukung dalam membentuk sistem pendidikan mereka yang baik. Jika kita membandingkan dengan sistem pendidikan kita, memang harus diakui bahwa banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki oleh pemerintah, tidak mudah memang, dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang besar pasti akan memberikan tantangan besar bagi pemerintah. Apapun itu keadaan kita sekarang, kita patut bersyukur karena kita, penulis ataupun pembaca sekalian masih jauh lebih baik dibanding dengan saudara-saudara kita di luar sana yang mungkin masih kurang beruntung dalam hal pendidikan. Oleh karena itu disini penulis ingin mengajak kepada pembaca dan termasuk penulis sendiri untuk terus tidak berhenti belajar. Mungkin saat ini kita memang berasal dari negara dengan sistem pendidikan yang bukan terbaik, tapi kita adalah negara dengan masyarakat yang siap bersaing untuk perubahan yang lebih Pustaka1. Top Universities2. DW3. Improving Teaching4. Borgen Project Lihat Pendidikan Selengkapnya
Salah satu faktor yang memajukan bangsa adalah pendidikan. Pendidikan jugalah yang menjadi pilar utama dalam membentuk kepribadian manusia. Pada era sekarang, di mana apa pun serba cepat, menuntut’ pendidikan untuk menjadi pengontrol. Hal ini dilakukan agar manusia tidak terjebak dengan derasnya arus kemajuan zaman. Dengan demikian, suatu bangsa akan semakin terpacu meningkatkan kualitas pendidikan negaranya masing-masing. Kualitas yang bagus, pengajar kompeten, fasilitas memadai, biaya terjangkau, dan didukung lingkungan kondusif. Negara-negara Asia terbukti memiliki anak-anak cerdas, salah satunya Singapura. Mengapa Singapura bisa memiliki anak-anak cerdas ya? Ini dia rahasianya! Foto Selain ekonomi, negara yang lambangnya Merlion ini juga maju di bidang pendidikan. Kualitas sistem pendidikannya tidak kalah dengan negara adidaya seperti Amerika Serikat lho. Buktinya, banyak warga Malaysia, India, Cina, juga Indonesia memilih Singapura sebagai tempat menimba ilmu. Suksesnya sektor pendidikan ini tentu menolong perkembangan ekonominya. Eits, kesuksesan ini tentu melalui proses ya. Di zaman Perang Dunia II, Singapura adalah pelabuhan kapal perang Inggris. Selama perang, banyak siswa yang putus sekolah. Nah, di tahun 1947, program pendidikan sepuluh tahun dirumuskan. Antara tahun 1950 dan 1960-an, ekonomi Singapura mulai merangkak maju. Kemudian, Singapura mengadopsi sistem pendidikan yang menyediakan tenaga kerja terampil untuk program industrialisasi. Juga, bermaksud untuk menekan angka pengangguran. Di tahun 1960 juga, kebijakan bilingualisme di sekolah resmi diperkenalkan. Pendidikan untuk anak-anak dari segala suku dan latar belakang pun terbentuk. Lalu, perekonomian pun mulai makmur di tahun 1980. Kemajuan ini membuat sistem pendidikan Singapura bergeser dari kuantitas menjadi kualitas. Kini sudah tumbuh menjadi salah satu negara ekonomi terbaik di dunia, baik pendidikan maupun pelatihan. Sempat menjadi koloni Inggris tahun 1819 menyadarkan Singapura bahwa mereka tidak memiliki apa-apa’. Apalagi jika dilihat dari segi sumber daya alam serta luas wilayah untuk memakmurkan negara. Oleh sebab itu, satu-satunya cara adalah membangun manusia dengan menciptakan pendidikan berkualitas dan berstandar internasional. Foto Faktor utama, pasti adalah tenaga pengajar yang berkualitas. Guru yang dipilih adalah murid terbaik saat SMA. Dulu sempat mengalami kesulitan ekonomi, sehingga kemampuan pekerja juga rendah. Nah, di tahun 1970 mulai bangkit dan pertumbuhan serta pergerakan berjalan cepat. Setelahnya, pengembangan teknologi menjadi canggih dan sistem pendidikan terjaga. Negara ini punya tujuan agar menjadi negara dengan sistem pendidikan kelas dunia. Sistemnya pun diubah, hafalan menjadi kreativitas. Sistem yang sangat cepat ini menggenjot sektor pendidikan untuk membantu pertumbuhan agar semakin cepat. Ruang kelas, perpustakaan, kantin, hingga tempat santai, semua disediakan dan ditata dengan apik. Foto Dari SD sampai kuliah, siswa sudah dipantau serta diarahkan untuk mendapat pendidikan yang cocok. Tidak semua warga Singapura layak/bebas masuk universitas di sana lho. Kamu harus melewati tes tertentu agar dapat menembus universitas setempat. Jika kamu tidak lolos ujian, maka akan dibebaskan kuliah di negeri lain sesuai kemampuan orangtua. Biaya sekolah di sana relatif murah. Biaya di luar uang sekolah seperti penunjang kelancaran sekolah, transportasi, dan sebagainya. Bagi yang kurang mampu secara finansial, disediakan beasiswa. Sehingga, keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk menimba ilmu. Foto Dikarenakan warganya sedikit, banyak tenaga pengajar yang berasal dari luar Singapura. Jadi, bukan hanya kegiatan belajar-mengajar rutin di ruang kelas. Setiap bulannya akan ada pembicara tamu internasional yang membahas topik-topik baru di dunia. Selain itu, banyak disediakan seminar berkualitas dan gratis. Pemerintah tidak segan membayar mahal untuk pembicara yang bagus. Sekolah dan universitas juga tidak henti-hentinya melirik perkembangan pendidikan dunia. Dengan demikian, muncullah aliansi antara sekolah bisnis di Nanyang Technological University NTU dan Sloan School of Management di Massachusetts Institute of Technology. Apa itu aliansi? Ikatan antara dua negara atau lebih yang bertujuan menjalankan kegiatan agar lebih baik. Masing-masing fakultas bebas berkembang, sedangkan universitas berperan untuk memberi persetujuan. Kemudian, ditambah dengan adanya endownment fund dari pemerintah senilai 200 juta dolar Singapura. Tentu semua program berjalan lebih mulus, kan? Foto Pemerintah mengalokasikan dana yang begitu besar untuk pembangunan pendidikan. NTU, NUS, Singapore Management University membangun aliansi dengan Harvard, Wharton School, serta universitas kelas atas lainnya di AS. Ketiganya dibangun supaya punya standar internasional dan dapat diikuti oleh mahasiswa seluruh dunia. Well, secara tidak langsung, pemerintah juga menjadikan pendidikan sebagai bagian untuk mendapatkan devisa. Nah, kerjasama internasional pendidikan dilakukan dengan banyak negara, namun kiblatnya lebih ke arah AS karena cepat maju. Di negara seribu larangan ini, mahasiswa dapat kesempatan melakukan study tour dengan menjelajah dunia lho! Kalau mampu, bisa bayar sendiri, tapi tetap dengan subsidi universitas. Bagi yang tidak mampu, tetap ada beasiswa yang memungkinkan kamu tinggal di hotel sekelas JW Marriot lho! Jadi, tidak ada masalah pada fasilitas dan beasiswa. Mahasisnya hanya perlu menyediakan waktu dan menguatkan niat untuk belajar. Foto mdis Tidak hanya itu, pemerintah tidak hanya bersedia mendidik warganya, tapi juga merekrut calon peserta didik dari negara tetangga. Hal yang ditawarkan adalah beasiswa dan kesempatan kerja di Singapura. Jangan heran banyak warga Indonesia belajar di sana dengan fasilitas ongkos pesawat pulang-pergi saat liburan. Niat ini bukan sekadar menjadikan mereka sebagai tenaga di Singapura untuk ke depannya. Bagi mahasiswa yang kembali bekerja di negara asal, setidaknya bisa jadi orang yang kenal dan sayang pada negara tersebut. Dengan begitu, dapat memperluas jaringan Singapura di kemudian hari. Selain itu, dengan mengundang mahasiswa luar, pemerintah Singapura membuat warganya terbiasa bergaul secara internasional. Situasi multikultural pun sangat kental. Untuk kurikulum, departemen pendidikan setiap kali bekerja untuk melakukan evaluasi. Setiap perkembangan baru akan disisipkan pada silabus baru. Rutinnya evaluasi ini berdampak baik bagi perkembangan sektor pendidikan. Foto Beberapa hal yang menginspirasi dari sistem pendidikan di Singapura Mahasiswa dapat melakukan pendaftaran mata kuliah di internet. So, tidak perlu datang ke kampus untuk melakukan pengisian formulir rencana studi. Di sini, mungkin lebih dikenal dengan KRS Kartu Rencana Studi. Seluruh materi kuliah dapat diunduh dari internet dalam bentuk PDF. Mahasiswa akan diberi password untuk mata kuliah yang diambilnya. Sistem perkuliahannya adalah sistem belajar aktif. Dosen yang mengajar di depan kelas tidak terpaku pada buku. Lebih banyak diskusi kelompok yang akan memancing inisiatif dan mahasiswa berpikir kritis. Ruang laboratorium terbuka 24 jam dengan fasilitas komputer yang memadai. Akses masuk dilakukan dengan kartu dan password. Demikianlah rahasia mengapa anak-anak Singapura tumbuh cerdas. Bukan hanya menyediakan sarana dan prasarana yang baik, namun terus evaluasi dan memperbaharui dari tahun ke tahun. Bagaimana dengan pendidikan di Indonesia? Mungkin beberapa hal di atas sudah dilakukan. Namun, ada yang masih harus dibenahi dan terus dievaluasi agar kualitas pendidikan setara kelas dunia. Cheers! TN
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kajian Sistem Pendidikan SingapuraEvi DihantiWidyaiswara MadyaAbstractEducation not only be important in the life of every citizen individually, but collectively it is also important in the context of the life of the nation. Singapura countries in Southeast Asia that have been deemed to have a good quality of education. The evidence drawn from the approximately 80 thousand foreign students and the entry of the National University of Singapore NUS and Nanyang Technological University NTU in the rank in order 30 and 77 2008. At the same time, no single university in Indonesia is ranked 200 large. Development of education in Singapore were conducted to bring faculty from abroad, recruiting outstanding students in other countries, complete facilities and infrastructure particularly information technology and laboratory, and support political and economic conditions are stable. Issues of higher education in Singapore is the lack of courage to criticize the student government system that is less appreciated memegang peranan sangat penting dalam dinamika kehidupan suatu bangsa. Dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah agen pembangunan dan agen perubahan. Tanpa pendidikan, tidak akan ada pembangunan, yang berarti tidak akan ada perubahan. Majunya pendidikan akan menunjukkan kemajuan suatu bangsa, begitu pula mundurnya pendidikan akan menjerumuskan bangsa kepada kebodohan dan kemiskinan. Kita lihat bahwa negara-negara maju, seperti negara-negara Eropa Barat, Jepang, atau Amerika Serikat, sangat kentara bahwa kemajuan mereka disokong oleh kemajuannya di bidang pendidikan. Sebaliknya, beberapa negara terbelakang di Asia atau Afrika, juga dapat dilihat dari rendahnya kualitas pendidikan di negara-negara tersebut. Begitu pula kondisi negara-negara berkembang, dinamika masyaraktnya dapat dilihat dari kualitas pendidikannya yang sedang berusaha bangkit agar sejajar dengan negara-negara pembangunan yang kita lihat di sekitar kita saat ini adalah salah satu buah yang kita petik dari apa yang dinamakan pendidikan. Kualitas bangsa kita saat ini lahir dari kualitas pendidikan kita di masa lalu. Kalau begitu, dapat kita garis bawahi bahwa pendidikan tidak hanya menjadi penting dalam kehidupan setiap warga negara secara individu, tetapi penting pula secara kolektif dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Memajukan pendidikan berarti sama dengan memajukan martabat bangsa agar sejajar dengan negara-negara maju perbandingan pendidikan merupakan salah satu cara untuk mengetahui berbagai aspek yang berhubungan dengan sistem pendidikan negara tertentu, terutama yang berhubungan dengan kelebihan yang terjadi pada sistem pendidikan suatu negara. Untuk itulah pada kesempatan kali ini penulis mencoba menguraikan menguraikan kondisi pendidikan di dunia saat ini sebagai bahan perbandingan dengan kondisi pendidikan di tanah air. Salah satu negara tetangga kita yang dianggap memiliki kualitas pendidikan yang cukup baik adalah Singapura. Jumlah mahasiswa dan pelajar asing yang belajar di negara jiran itu, saat ini mencapai sekitar 80 ribu orang, bisa dibilang, sudah menjadi indikator kemajuan ekonominya. Ada yang memperkirakan, hanya dari sektor pendidikan saja, setiap tahunnya Pemerintah Singapura mendapatkan pemasukan sekitar Rp 4 triliun. Tak heran, Singapura begitu gencar berpromosi ke mancanegara lewat lembaga Singapura Education Service Centre SESC. Selain itu, lembaga pendidikan tinggi di negara yang tergolong kecil mungil ini telah diakui dunia. Lembaga pemeringkat perguruan tinggi dunia THE-QS WORLD UNIVERSITY RANKINGS 2008 menempatkan dua perguruan tinggi Singapura, yaitu National University of Singapore NUS dan Nanyang Technological University NTU pada peringkat secara berurut 30 dan 77. Di saat yang sama, tidak ada perguruan tinggi Indonesia yang bahkan masuk peringkat 200 besar sekalipun. Makalah sederhana ini disusun untuk mengetahui sistem pendidikan di Singapura secara lebih mendalam. Sistem informasinya disusun berdasarkan kajian pustaka dari berbagai sumber yang relevan. Mengingat terbatasnya infomasi yang penyusun peroleh, makalah ini masih perlu sumbangan dan saran pemikiran pembaca untuk melengkapinya, terutama dari dosen pembina mata kuliah Perbandingan Sistem Pendidikan. Namun demikian penulis telah berusaha untuk menyajikan makalah ini semaksimal mungkin sehingga diharapkan dapat menambah informasi terkait perbandingan sistem pendidikan dunia dewasa PembahasanPembahasan makalah ini difokuskan pada beberapa hal sebagai berikut sejarah berdirinya negara ideologi dan filsafat pendidikan sistem pendidikan Singapura sistem pendidikan Singapura dengan negara pendidikan Singapura pembahasan situasi pendidikan dunia dalam makalah ini adalah sebagai berikut mampu memahami sejarah berdirinya negara mampu memahami ideologi dan filsafat pendidikan mampu memahami sistem pendidikan mampu membandingkan sistem pendidikan Singapura dengan negara mampu memahami isu-isu pendidikan SingapuraSingapura, secara resmi bernama Republik Singapura, adalah sebuah negara kota yang terletak di ujung selatan Semenanjung Malaysia, sejauh 137 kilometer utara khatulistiwa, di selatan negara bagian Johor Malaysia dan di sebelah utara Kepulauan Riau di Indonesia. Di 710,2 km2, Singapura adalah sebuah microstate dan negara terkecil di Asia Tenggara. Negara ini secara substansi lebih besar dari Monako dan Vatikan permukiman Eropa, pulau yang kini dikenal sebagai Singapura adalah tempat dari sebuah desa nelayan Melayu di mulut sungai Singapura. Beberapa ratus orang pribumi dengan sebutan Orang Laut juga tinggal di sepanjang pantai di dekatnya. Pada tahun 1819, British East India Company, yang dipimpin oleh Sir Stamford Raffles, mendirikan pos perdagangan di pulau itu, yang digunakan sebagai pelabuhan rempah-rempah di sepanjang rute. Singapura menjadi salah satu pusat perdagangan dan militer paling penting bagi Kerajaan Inggris, dan penghubung kekuasaan Inggris di Asia Perang Dunia Kedua, Singapura diduduki oleh Jepang. Singapura kembali ke pemerintahan Inggris pada tahun 1945, segera setelah perang usai. Delapan belas tahun kemudian, pada tahun 1963, Singapura telah mencapai kemerdekaan dari Britania, dan kemudian bergabung dengan Malaya, Sabah, dan Sarawak untuk membentuk Malaysia. Namun, penggabungan ini tidak berhasil, dan kurang dari dua tahun kemudian, ia memisahkan diri dari federasi dan menjadi republik merdeka pada tanggal 9 Agustus 1965. Kemudian Singapura masuk menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 21 September tahun itu. Sejak kemerdekaan, standar hidup penduduk Singapura telah meningkat secara dramatis. Investasi asing telah membuat perekonomian difokuskan pada industri, Pendidikan, dan perencanaan kota. Singapura adalah negara terkaya ke-5 di dunia dalam hal PDB per kapita. Pada bulan Januari 2009, cadangan dollar sebanyak US $ miliar. Pada tahun 2009, Economist Intelligence Unit mendudukkan Singapura pada peringkat kesepuluh kota paling mahal di dunia-ketiga di Asia, setelah Tokyo dan Osaka. Cost of Living Survey, oleh perusahaan konsultan Mercer, memberi peringkat kesepuluh sebagai kota paling mahal untuk hidup bagi Singapura termasuk non-penduduk adalah sekitar juta. Singapura sangat kosmopolitan dan beragam dengan orang-orang Cina membentuk etnis mayoritas dengan populasi besar Melayu, India dan etnis lain. Inggris, Melayu, Tamil, dan Cina merupakan bahasa resmi. Singapura adalah republik parlementer, dan Konstitusi Singapura menetapkan demokrasi perwakilan sebagai sistem politik nasional. People's Action Party PAP mendominasi proses politik dan telah memenangkan kontrol parlemen dalam setiap pemilihan sejak pemerintahan sendiri pada adalah sebuah demokrasi parlementer dengan sistem pemerintahan Westminster unikameral. Sebagian besar kekuasaan terletak di eksekutif dengan kabinet dipimpin oleh perdana menteri, saat ini adalah Mr Lee Hsien Loong. Presiden Singapura, secara historis hanya sebagai lambang negara, namun diberikan hak veto sejak tahun 1991 untuk beberapa keputusan penting seperti penggunaan cadangan nasional dan penunjukan posisi peradilan. Pemilihan anggota parlemen di Singapura berbasis keberagaman untuk mewakili kelompok pemilih. Anggota parlemen terpilih bertindak sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah dengan memastikan bahwa kepentingan konstituen didengar. Parlemen yang sekarang memiliki 94 anggota yang terdiri dari 84 dipilih, dan sisanya ditunjuk. PAP telah menjadi partai yang berkuasa di Singapura sejak pemerintahan Singapura berdiri. Terdapat beberapa partai oposisi di Singapura, yang paling menonjol adalah Partai Buruh Singapura, Partai Demokrat Singapura SDP dan Aliansi Demokratik Singapura SDA. Economist Intelligence Unit menggambarkan Singapura sebagai "hibrida rezim" percampuran antara sistem demokratis dengan elemen-elemen otoriter. PeringkatFreedom House negara ini diistilahkan sebagai "sebagian bebas". Walaupun pemilihan umum yang bebas dari penyimpangan dan kecurangan suara, PAP telah dikritik karena dianggap memanipulasi sistem politik melalui penggunaan sensor dan pencemaran nama baik terhadap politisi telah sukses menerapkan ekonomi pasar. Pemerintah-dunia usaha mendominasi berbagai sektor ekonomi lokal, seperti media, utilitas, dan transportasi umum. Singapura secara konsisten dinilai sebagai negara yang paling tidak korup di Asia dan di antara sepuluh di dunia yang paling bebas dari korupsi oleh Transparency undang-undang Singapura yang diwarisi dari hukum Inggris, dan menyertakan banyak elemen-elemen hukum umum Inggris, pemerintah juga memilih untuk tidak mengikuti beberapa elemen nilai-nilai demokrasi liberal. Tidak ada juri pengadilan dan ada hukum yang membatasi kebebasan berbicara yang dapat berkembang pada arah ketidakharmonisan di Singapura yang masyarakatnya multiras dan multiagama. Kegiatan kriminal sering dihukum dengan hukuman yang berat termasuk denda atau hukuman cambuk dan ada undang-undang yang memungkinkan hukuman mati di Singapura untuk pembunuhan tigat pertama dan perdagangan narkoba. Pemerintah Singapura berpendapat bahwa Singapura memiliki hak kedaulatan untuk menentukan sistem peradilan sendiri dan menerapkan apa yang dilihatnya sebagai hukuman yang tepat, termasuk hukuman mati untuk kejahatan yang paling statistik pemerintah, penduduk Singapura pada tahun 2009 adalah juta. Bahasa Cina dituturkan oleh hamper 74,2% penduduk Singapura, Melayu 13,4%, India 9,2%, sedangkan Indo, Arab dan kelompok-kelompok lain dibentuk 3,2%. Pada tahun 2006 angka kelahiran kasar hanya 10,1 per 1000, tingkat yang sangat rendah dikaitkan dengan kebijakan pengendalian kelahiran, dan angka kematian kasar juga salah satu yang terendah di dunia pada 4,3 per 1000. Pertumbuhan penduduk total adalah 4,4% dengan pertumbuhan penduduk Singapura 1,8%. Singapura adalah Negara merdeka kedua paling padat penduduknya di dunia setelah Monako. Pada tahun 1957, penduduk Singapura adalah sekitar juta, dengan tingkat kelahiran yang relatif tinggi. Menyadari negaranya memiliki sumber daya alam yang terbatas dan wilayahnya kecil, pemerintah memperkenalkan kebijakan pengendalian kelahiran pada akhir tahun 1960-an. Pada akhir 1990-an, penduduk tua, dengan lebih sedikit orang yang memasuki pasar kerja dan kekurangan pekerja terampil. Kemudian seiring dengan menurunnya tingkat kelahiran, pemerintah Singapura membuat pembalikan kebijakan yang dramatis. Pemerintah Singapura memperkenalkan sebuah skema "bonus bayi" pada tahun 2001 disempurnakan pada bulan Agustus 2004 yang mendorong pasangan untuk memiliki anak lagi. Pada tahun 2008, total tingkat kesuburan hanya 1,28 anak per perempuan, ke-3 terendah di dunia dan di bawah 2,10 yang diperlukan untuk menggantikan populasi. Pada tahun 2008, bayi dilahirkan, dibandingkan dengan sekitar pada tahun 2005. Jumlah ini, bagaimanapun, tidak cukup untuk mempertahankan pertumbuhan penduduk. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mendorong orang asing untuk berimigrasi ke Singapura. Jumlah besar imigran ini telah membuat penduduk Singapura terus adalah sebuah negara multi-agama. Menurut Statistik Singapura, sekitar 51% dari penduduk Singapura tidak termasuk sejumlah besar pengunjung dan pekerja migran mempraktikkan ajaran Buddhisme dan Taoisme. Muslim merupakan 15% dari jumlah penduduk, di antaranya berasal dari ras Melayu, India Muslim, dan Cina Muslim. Sekitar 14%, sebagian besar merupakan ras Cina, Indo, dan India, menganut kekristenan- termasuk Katolik, Protestan dan denominasi lain. Agama di Singapura Agama Persentase Tidak beragama Kekristenan 1 2 3 Lihat Pendidikan Selengkapnya
salah satu faktor yang mendukung kemajuan pendidikan di singapura adalah